Danang Ambar Prabowo… begitulah orang tuaku menamaiku 23 tahun lalu. Sewaktu kecil banyak yang ketawa ketika mendengar kata Ambar berada pada nama tengahku.“Iih namanya kayak cewek…” ujar mereka sambil ketawa.Apalagi waktu itu di kelas ada perempuan yang bernama Ambarwati… lengkap sudah namaku diplesetin habis-habisan. Jika sudah demikian yang bisa aku lakukan hanyalah diam atau kabur sambil sesenggukan.
Mulanya aku membenci nama itu, hingga bertahun-tahun kemudian Bapak menceritakan kronologis pemberian nama “Ambar” itu. Waktu itu beliau tengah melakukan penelitian di Ambarawa untuk tugas akhirnya di UGM, sementara ibu yang tengah mengandung diriku berada di Bantul, kota yang tekenal setelah gempa di Jogja. Ketika aku lahir ternyata Bapak masih di Ambarawa. Makanya dinamakan Ambar untuk mengenang masa-masa waktu itu. Ya itulah alasan beliau.“Kalau kamu ngerasain gimana Bapak waktu itu… wuih, namamu itu penuh sejarah Nang.” Ujar beliau. Wah, bangganya aku, namaku diabadikan sebagai sejarah hidupnya.
Namun, bagiku penjelasan beliau itu belum cukup.“Nanti kamu akan tahu sendiri artinya. Itu adalah do’a dan harapan kami padamu” tambahnya kemudian.Dan… akupun memakluminya. Wajar waktu itu aku masih duduk di bangku kelas 3 SD. Namun suatu saat harus aku temukan makna namaku.
Menit berlalu berganti jam, kemudian berganti hari, dan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun bergulir membawa perubahan dalam diri, jasad dan ruhiyah. Melupakan hal yang dulu ingin aku temukan. Arti dari namaku.Hingga suatu hari, ketika lewat di depan sekumpulan ibu-ibu yang tengah ramai mengerubuti seorang sosok mungil dalam hangatnya pelukan ibunya, aku tak sengaja mendengar celetukan:“…nama anaknya siapa?… artinya apa, Bu?…” Aku sempat menoleh sebentar hingga mendengar.“…wah, nama seorang anak itu kan do’a dan harapan ibu bapaknya…”
Langsung waktu itu mencari warnet terdekat, dan langsung browsing. Mencari kata-kata yang bisa aku jadikan petunjuk untuk menemukan arti namaku. Dan… akhirnya setelah beberapa jam nongkrong di depan komputer dan membanding-bandingkan arti kata-kata dari berbagai situs akhirnya sodara-sodara… aku menemukan arti dari namaku… kurang lebih demikian… horeee.
Danang kurang lebih berarti laki-laki. Ambar, selain makna yang diceritakan Bapak sebelumnya , bisa juga berarti keharuman. Lho-lho lelaki yang harum? Pendekar Harum maksudnya? (Bentar dulu sebelum komentar, mending baca hingga selesai. )Dan kata Prabowo berasal dari dua suku kata: Pra yang berarti sebelum dan Bowo yang berarti membawa. Jadilah kalau aku artikan semuanya… jadinya: Seorang laki-laki yang akan membawa keharuman. Wuis manteB (diakhiri dengan huruf B besar sebagai penekanan makna) betul!!! Meminjam ungkapan yang sering digunakan seorang sahabat nun jauh di Okinawa sana… “wuis… mamen!”
Ternyata itu tho…do’a dan harapan ibu dan bapakku untukku.Semenjak itu, aku berkeyakinan, aku harus mewujudkan do’a dan harapan itu. Meski masih saja ada yang memplesetkan namaku dengan menambahkan huruf “H” di depan kata Ambar atau lebih parah lagi dengan menyamakannya dengan lagu Ampar-Ampar Pisang…(hayo jangan ketawa… awas…)… aku gak peduli. Yang penting aku telah mengetahui makna namaku. Oke dunia… lihat saja nanti, Si “Pendekar Harum” ini akan menebarkan keharumannya …wuahahahaha… (sayangnya gak ada latar belakang musiknya…).
(Rangkuman dari Tulisan Harian 2004-2007).